Categories
Blog

Agropolis

Kolaborasi Wujudkan Sawit Berkelanjutan

Roundtable on Sustain able Palm Oil (RSPO) kembali menggelar The14 An nual Roundtalbe Meeting on Sus tainable Palm Oil (RT14). Perhelatan akbar in dustri kelapa sawit ber langsung di Hotel Shangri-La Bangkok, Thailand, 7-10 November itu mendesak se mua pe mang ku kepenting an, termasuk para pemim pin per usahaan, lembaga swa daya masyarakat (LSM), pembuat kebijakan, dan pihak aka demisi untuk bergabung meng ambil langkah guna memastikan ekosistem ke la pa sawit yang efektif dan berkelanjutan.

RT14 mengusung tema “Learning to Live Together: From Vision to Transfor mation”. Datuk Darrel Webber, CEO RSPO mengungkapkan, kemitraan inklusif men jadi sangat penting pada tahapan ini karena RSPO merangkul konsep transformasi pasar dengan komitmen tidak membiarkan siapapun tertinggal atau mana yang lebih berkelanjutan. “Skema sertifikasi dapat mem beri manfaat terhadap keberlanjutan bila melalui ker jasama yang kuat dan aksi bersama,” terang Webber.

Pada konferensi internasional tersebut, RSPO mene gaskan kembali komitmennya juga untuk menyediakan akses ke pasar global bagi petani kecil. Di sam ping itu, RT14 pun menekankan isu-isu sosial di wilayah penghasil minyak ke lapa sawit dan bagaimana seluruh pemangku kepenting an yang terlibat dapat memberikan kontribusi serta bergerak mewujudkan masa depan yang benarbenar berkelanjutan

Kadin Desak Realisasi One Map Policy

Permasalahan tumpang tin dih lahan menjadi tantang an utama dalam kepasti an berusaha. Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani men desak pemerintah segera menerbitkan kebijakan One Map Policy agar tumpang tindih lahan tidak terjadi lagi. “Kendala tumpah tin dih lahan di lapangan begitu banyak. Contohnya peratur an yang dikeluarkan Ke men terian Kehutanan dan Pertanian bertubrukan de ngan aturan Kementerian ESDM,” ujarnya saat rakornas Kadin di Jakarta, Senin (28/11).

Rosan mengatakan, Kadin menyambut baik fokus dan skema agrarian yang direncanakan Pemerintah dan siap mendukung pelaksa naannya untuk membangun ke mandirian pangan di Indonesia. Sementara Waketum Kadin bidang Agribis nis, Pangan dan Kehutanan, Franky Widjaja berharap se nada, agar pemerintah mem percepat realisasi kebijakan One Map Policy dalam pemenuhan kebutuhan la han komoditas pangan strategis dan program pemerintah terkait ketahanan pangan.

Medion Komitmen Peduli Gizi

Sebagai wujud komitmennya dalam mempedulikan gizi generasi penerus bangsa, Medion, produsen obat, vaksin, dan peralatan peternakan asal Bandung, ini rutin melaksanakan Medi Eggducation atau Kampanye Makan Telur.

Pada 5 November 2016, Medi Eggducation kembali dilaksanakan di SDN 12 Padang Sambian, Denpasar, Bali. Sebanyak lebih dari 500 siswa mendapatkan telur rebus dan edukasi mengenai gizi telur dari panitia. Siswa yang paling aktif dan juga juara kelas mendapat kan hadiah dari panitia. Pi hak sekolah belum pernah mengadakan kegiatan sema cam ini sebelumnya. Mere ka sangat senang dan ber ha rap kegiatan ini akan ter us berlanjut karena dinilai dapat memberikan manfaat po sitif dan pengetahuan baru bagi para siswanya

Perunggasan Diprediksi Tumbuh

Positif Prospek perunggasan pada 2017 secara umum di prediksi akan tumbuh positif. Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Irawati Fari dalam seminar bisnis pe ternakan di Menara 165, Ja karta, Rabu (23/11). Sektor perunggasan, menurut Ira wati, masih cukup menjanjikan ditandai dengan ada nya ekspansi beberapa pelaku usaha peternakan dan pakan ternak.

Tak hanya itu, Irawati menyebut, persaingan perusahaan obat hewan akan semakin ketat. Ini dilihat dari jumlah perusahaan obat he wan bertambah sekitar 10 per usahaan setiap tahun. “Per usahaan obat hewan mulai serius menggarap pa sar ternak sapi, kambing, domba, babi, pet animal dan juga akuakultur,” paparnya.

Meskipun iklim usaha sektor perunggasan sedang tidak kondusif pascavonis kartel oleh KPPU, Kris santono, Ketua Umum Ga bungan Per usahaan Pem bibitan Unggas (GPPU), optimistis, perunggasan ta hun depan masih cukup ba ik mengingat konsumsi da ging ayam dan telur Indo nesia masih rendah jika di bandingkan negara ASEAN lainnya, sekitar 9 – 10 kg/ tahun.