Categories
Agraria

Teknologi Demi Pangan Berkelanjutan

Perubahan iklim dan serangan hama penyakit masih menjadi tantangan bagi sektor pertanian. Di sisi lain, negara-negara Asia Tenggara dituntut untuk tetap mam pu menyediakan pangan bagi warganya.

Sehubungan dengan hal tersebut, United States Department of Agriculture Foreign Agriculture Service (USDA FAS) dan United States Soybean Export Council (USSEC) menggelar diskusi terkait pemanfaatan teknologi untuk pangan berkelanjutan. “Acara ini sangat bagus karena kita meng hadapi masalah pertanian yang sama.

Di mana produksi harus tetap berjalan maksimal dengan input yang minim,” papar Chris Rittgers, Konsul Pertanian USDA FAS di Jakarta, Kamis (14/9). Mengambil tema “Harnessing New Agriculture Technologies for Affordable and Sustainable Food Supply”, seminar diisi oleh pembicara ahli di bidangnya.

Antara lain, Anne R. Bridges, Direktur Teknis American Association of Cereal Chemists (AACC); Les Copeland, mantan Dekan Pertanian di Universitas Sidney; dan Kay C Khoo, Bayer CropScience Regulatory Affairs Manager Asia Pacific. Selain itu ada pula Purwiyatno Hariyadi, ilmuwan senior SE Asian Food & Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center IPB, dan Ratih Puspitasari, Direktur Regulatory and Scientific Affairs (SEA and India) Cargill.

Seminar ini menyampaikan peranan teknologi pertanian untuk meningkatkan hasil dan tahan hama penyakit. Di samping itu juga mendikusikan cara terbaik agar pelaku dan pengguna produk pertanian mengerti dan memahami peranan teknologi pertanian.